Salju
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Mei 2012
Jilbab Seragam Pramuka Inggris
Pramuka Inggris mempunyai seragam baru khusus untuk mereka yang mengenakan jilbab setelah ada permintaan dari kalangan masyarakat Muslim.
Seragam baru dengan rancangan khusus itu dilengkapi dengan penutup kepala dengan gaya ''hoodie'' seperti yang dikenakan anak-anak remaja perkotaan dan baju yang lebih panjang.
Baju yang mencapai lutut itu bermotif kegiatan kepramukaan dan menggambarkan semangat petualangan.
Sekitar 600 pramuka Muslim putri dipastikan akan mengenakan seragam baru ini walau juga tersedia bagi pramuka putri lain yang ingin mengenakannya.
Perancang pakaian Inggris Sarah Elenany, 27, dari London merancang pakaian ini dengan label Elenany.
Ia mengatakan rancangannya ditujukan untuk memberi kesempatan pemakainya tetap bisa beraktivitas dengan bebas dan nyaman.
''Saya ingin anggota pramuka terlibat dalam perancangannya -- dan mereka kemudian memberi tahu pakaian seperti apa yang ingin mereka kenakan serta apa yang tidak mereka suka dengan yang sekarang ada,'' katanya.
Sesuatu yang berbeda
Ketersediaan seragam baru ini menggaris bawahi akan adanya perubahan pegiat pramuka di Inggris yang semakin modern dan beragam.
Aamena Ismail, 12, dari London mengatakan, ''Pakaian model hoodie ini fantastis. Sebagai seorang pramuka Muslim putri saya merasa sangat nyaman, tetap praktis dan bahkan bisa saya kenakan untuk berlayar.''
''Bahkan kalau dikenakan di luar kegiatan kepramukaan, masih tetap modis.''
Saat ini ada sekitar 2.000 anggota pramuka Inggris beragama Islam.
Kepala pramuka Inggris Bear Grylls, ''Dengan tersedianya pakaian baru ini menunjukkan bahwa kami bergerak sesuai waktu dan menyesuaikan diri dengan tumbuhnya anggota dari latar budaya yang beragam.''
''Pramuka menawarkan kesempatan untuk semua orang tanpa pandang agama, etnis atau kepercayaan. Saya sangat bangga telah menawarkan sebuah lingkungan bagi mereka untuk berbagi.''
Berdasar sensus Asosiasi Pramuka Inggris, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi peningkatan anggota putri yang lebih banyak dari pria. Sejak tahun 2005 saja terjadi peningkatan 88% dengan jumlah total 66.576 anggota.
source : BBC
Jumat, 25 Mei 2012
Ketika Muslim di Turki Memperjuangkan Jilbab
MESKIPUN populasi Muslim di Turki merupakan kelompok mayoritas di negaranya dan wilayah Turki berada wilayah mayoritas Muslim di dunia, tetap saja kontroversi atas perempuan yang mengenakan jilbab tak kunjung berakhir. Banyak kontradiksi atas budaya, politik, dan sosial-ekonomi yang mendasarinya.
Dikabarkan bahwa wacana publik atas isu pemakaian jilbab mencerminkan suatu perjuangan internal demokratis atas kebebasan individu. Seperti diketahui, mengenai masalah ini, Turki merupakan negara terpolarisasi—dua kelompok yang berkepentingan—atas kontrovesi jilbab antara kelompok muslim dan sekularis.
Muslim berpendapat bahwa mengenakan jilbab adalah hak manusia dan kewajiban agama, dan beberapa sekularis melihat jilbab sebagai politik provokatif, simbol ekstremisme dan tanda “Islamisasi” masyarakat Turki.
Mustafa Kemal Atatürk, pendiri The Founder Of Modern Turkey, melihat jilbab sebagai halangan sekularisasi dan pihaknya di modernisasi Republik Turki. Visi Ataturk belum berhasil sebab kecenderungan agama penduduk Turki, meskipun jilbab telah dilarang di sekolah-sekolah, universitas dan masyarakat sipil. Sebab lebih dari 60% dari perempuan Turki menutupi kepala mereka dengan pilihannya.
Tak hanya itu, para sekularis di Turki juga khawatir terhadap Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa untuk kemudian menjadi gerakan keagamaan Islam yang berakar dan dapat meningkatkan profil publik Islam akan jilbab.
Tindakan AKP misalnya yang didorong melalui RUU mencabut larangan selama puluhan tahun pada perempuan yang mengenakan jilbab di universitas-universitas. Dan hal itu merupakan kekecewaan dari pihak sekuler dan sebaliknya merupakan keberhasilan dan keuntungan bagi kelas menengah yang tumbuh konservatif membentuk basis politik AKP.
Konflik internal atas jilbab di Turki menimbulkan suatu penjajaran menarik terhadap pelarangan jilbab di Eropa. Apa artinya bila negara yang berada diperingkat kedua terbesar mayoritas Muslim di dunia sama seperti negara-negara Eropa lainnya, di mana umat Islam tidak hanya minoritas tetapi sering terpinggirkan?.
Disebut-sebut bahwa pemakaian jilbab di Turki dilarang dengan alasan keamanan, sebagai bentuk tindakan anti-terorisme, dan masalah terselubung dengan isu-isu imigrasi.
Di Turki, mengenakan jilbab adalah sebuah bentuk perjuangan untuk mendefinisikan identitas. Dimana mengenai hal sosial dan politik dari perjuangan ini yang pada akhirnya akan menentukan masa depan yang sangat berarti bagi Turki. [rn/aslan]
source : islampos.com
Langganan:
Postingan (Atom)

